Kota Gaza: Israel menghentikan serangannya ke Gaza hari Minggu setelah menyatakan gencatan senjata sepihak menyusul 22 hari serangannya yang telah menewaskan lebih dari 1.200 warga Palestina.
Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, setelah rapat kabinet keamanannya, menyerukan penghentian segera terhadap operasi serangan, namun menambahkan bahwa pasukannya akan tetap berada di Gaza untuk sementara waktu dengan perintah untuk membalas serangan jika diserang.
"Pada jam dua pagi (0000 GMT Minggu) kami akan menghentikan tembakan, namun kami akan meneruskan pengerahan pasukan di Gaza dan sekitarnya," kata Olmert dalam pidatonya setelah rapat itu. "Kami telah mencapai semua tujuan perang," tambahnya.
Seorang juru bicara militer Israel mengkonfirmasikan bahwa pada pukul 2:00 AM waktu setempat (0000 GMT) perintah untuk mundur telah telah berlaku.
Sementara Hamas menanggapi pengumuman Olmert dengan mengatakan pihaknya tidak akan menerima keberadaan seorang pun tentara Israel di wilayahnya. Adapun Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan gencatan senjata harus diikuti dengan penarikan penuh.
Menteri Pertahanan Ehud Barak mengakui tidak ada jaminan bahwa Hamas akan menghentikan tembakan roket, namun mengatakan pihaknya akan membalas dengan serangan hebat.
Salah satu tujuan dari serangan Israel adalah menghentikan serangan roket, namun lebih dari 30 roket telah ditembakkan dari Gaza hari Sabtu, termasuk delapan tembakan setelah pengumuman Olmert.
Presiden Mesir Hosni Mubarak, yang berupaya memediasi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, mengatakan gencatan senjata tak bersyarat mencukupi dan meminta semua tentara Israel meninggalkan wilayah itu.
(sorry, updatenya telat)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment